|
Desak Menpan dan
BKN Batalkan Hasil Penerimaan CPNS 2010 Pemko Sibolga
Puluhan massa mengatasnamakan Forum Masyarakat Bersatu
dan Berdaulat (FORMAT) dengan menggelar sejumlah poster
dan spanduk, mendatangi kantor Walikota Sibolga dan
Mapolresta Sibolga,
Jumat (6/5). Massa juga melakukan aksi treatrikal dugaan
penyuapan terhadap oknum yang dianggap berkompeten dalam
penerimaan CPNS Kota Sibolga formasi 2010 lalu.
Dalam aksinya, massa Format meminta Walikota Sibolga
Drs. HM Syarfi Hutauruk wajib mempertanggung jawabkan ke
hadapan publik terkait penerimaan CPNS diduga banyak
ditemukan masalah.
Kemudian massa juga meminta orang nomor satu di Kota
Sibolga itu, untuk menerbitkan daftar rangking hasil
ujian para pelamar yang dikeluarkan Universitas
Padjajaran guna diketahui khalayak ramai, serta meminta
Walikota Sibolga menyelesaikan kasus pemecatan 41 Tenaga
Harian Lepas (THL) oleh Kadis KPRP Pemko Sibolga akhir
tahun 2010 lalu.
"Kami mendesak Walikota Sibolga, agar menyelesaikan
kasus CPNS gate Kota Sibolga formasi 2010 lalu, dan
menerbitkan daftar rangking pelamar CPNS tersebut, serta
menyelesaikan kasus pemecatan 41 THL di Kota Sibolga,"
seru Milson Silalahi selaku koordinator aksi massa
Format.
Massa juga menuntut agar Menteri Aparatur Negara
(Menpan) membatalkan hasil penerimaan CPNS Kota Sibolga
formasi 2010, karena diduga terbukti adanya ‘praktik
mafia’ CPNS. Massa juga meminta pihak Badan Kepegawaian
Negara (BKN) RI agar membatalkan hasil ujian penerimaan
CPNS formasi 2010, karena terindikasi adanya kecurangan
terhadap pelaksanaannya.
Meski aspirasi massa tidak ditanggapi pihak pemerintah
Kota Sibolga, massa kembali mendatangi Mapolresta
Sibolga guna mendesak pihak Kepolisian membentuk sebuah
tim dalam mengusut dan menangkap para pelaku lainnya
terkait penerimaan CPNS Kota Sibolga formasi 2010 sarat
kecurangan.
Pengakuan
Menurut massa, hal itu dapat dibuktikan dengan pengakuan
salah seorang tersangka yang berhasil ditangkap
Kepolisian beberapa bulan lalu, notabene merupakan Wakil
Bupati Tapteng terpilih pada Pilkada 2011.
"Untuk itu, kami mendesak pihak kepolisian Sibolga agar
menunjukkan sepak terjangnya dalam menangani kasus
penerimaan CPNS tersebut," tegas Milson.
Kapolresta Sibolga AKBP Joas Feriko Panjaitan menyambut
baik kedatangan pengunjukrasa tadi. Pihaknya meminta
massa agar sabar menunggu karena menurutnya pihaknya
tengah menyelidiki lebih dalam seputar kasus tersebut,
dan pihaknya berjanji akan bekerja lebih profesional
tanpa adanya kepentingan-kepentingan tertentu dibalik
semua permasalahan itu.
"Mari kita bersabar,
menunggu proses pelidikan yang kami lakukan saat ini.
Untuk permasalahan CPNS formasi 2010 Pemko Sibolga saat
ini tengah kami dalami permasalahannya. Jadi, diharap
masyarakat bersabar menunggu hasil penyidikan kami,"
ujar Kapolresta Sibolga. (yan)
Sumber ; Harian Analisa
|